Minggu, 18 Desember 2011

Film indo, liyat gag ya??



Suatu siang saya iseng membuka facebook. Saya pun melihat status teman-teman saya. Ada yang alay, ada yang galau, dan lain sebagainya.  Ada salah satu status yang membuat saya merenung,

 
“PLAYING NOW: Suster keramas, Hantu puncak datang bulan, kentut, (?) Tanda Tanya. kayaknya aku di rumah aja deh (-_____-”)”

Masalah perpajakan film import yang membuat film-film luar negeri lambat diputar diindonesia memang membuat suatu kontroversi. Ada pihak yang mendukung, karena membuat perfilman indonesia bisa lebih berkembang, namun ada juga yang tidak mendukung karena menurut mereka kualitas film indonesia masih kurang bagus, jadi kalau film import tidak diputar diindonesia mereka tetap tidak mau menonton film indonesia. Dan akhirnya hal ini membuat mereka membicarakan kebobrokan negara mereka sendiri. Menurut pendapat banyak orang, langkah yang ditempuh pemerintah hanya akan membawa angin segar bagi para pembajak film karena dagangannya kontan makin laris manis. Belum lagi kejadian itu bertepatan dengan tayangnya sejumlah film Indonesia yang bernuansa horror-porn, cap dari masyarakat akan buruknya perfilman di Indonesia pun makin menjadi-jadi, namun sayangnya: terlalu mengeneralisasi.


Tidak semua film yang disebutkan di status itu kurang berkualitas. Sebut saja film "kentut" dan "tanda tanya". Memang judulnya aneh dan membuat kita bingung, namun sebenarnya film itu memiliki banyak pelajaran dan kualitas yang bagus.

Sebenarnya, tidak semua film buatan indonesia kurang berkualitas. Ada banyak film yang bahkan bisa mendapatkan penghargaan di luar negeri. Contohnya saja “Merah Putih” dan “Darah Garuda”, tercatat telah diputar di berbagai festival film internasional seperti di Cannes, Berlin, Pusan, Dallas, Los Angeles, Amsterdam, Mumbai dan Bangkok serta meraih sukses besar memenangkan sejumlah penghargaan. Namun sayangnya banyak sekali orang yang tidak tahu. Memang benar kata orang bahwa kebaikan sesuatu akan diceritakan ke satu orang, sedangkan kejelekan sesuatu akan diceritakan kesepuluh orang. Namun sampai kapan Indonesia akan terus membicarakan kebobrokan negara kita sendiri. Walaupun sebobrok-bobroknya ini tetap negara kita. Jadi stop bicarakan kebobrokan negara kita dan mulailah untuk membenahinya. Semuanya tidak akan pernah berubah kalau kita hanya berbicara saja. Sudah waktunya kita keluar dari belenggu jajahan produk asing, dan mari kita cintai produk kita sendiri sebagus apapun atau seburuk apapun bentuknya, karena itu milik kita, buatan kita. Walaupun yang bagus hanya sedikit, tidak apa-apa dan terus ditingkatkan, jangan hanya berkomentar tentang kejelekannya dan malah melupakan bahwa masih ada sesuatu yang bagus.

6 komentar:

  1. cintai lah produk-produk dalam negri hahaha

    BalasHapus
  2. tapi produk dalam negeri nggak ada yang wah... :P

    BalasHapus
  3. Vivi : bener tuh.... cinta indo :9

    BalasHapus
  4. Anis : ya memang begitulah, tapi tetep ini negara kita, so trima apa adanya

    BalasHapus
  5. gag juga, menurut ku film indonesia bagus juga kog klo filmnya bertema horor komedi.. contohnya film "Poconggg juga Pocong". Film itu Luuucu bgt, hehehe,,, bikin aku ketawa trz-trz'an.sampai sakit perut. habisnya lucunya seger bgt.. Maju trz dech u? perfilman indonesia!!!

    BalasHapus
  6. iya... emang gag semua fil indo... jelek kog...

    masih bannyak yg bagus

    BalasHapus