Senin, 21 November 2011

Sekolah Kandang Sapi Indonesia

Sudah 66 tahun negara kita ini merdeka, tetapi tidak sepenuhnya kita merdeka, masih banyak masalah yang menimpa bangsa kita, mulai dari kemiskinan, pelanggaran HAM bahkan korupsi yang dari orde lama, orde baru, bahkan sampai sekarang pun belum juga terselesaikan.

plakat sekolah yang seadanya
Lihat saja potret pendidikan indonesia saat ini, pendidikan masih sebuah barang mahal bagi sebagian warga negara.
Mulai dari biaya masuk, biaya buku dan biaya lainnya. Semuanya terasa memberatkan bagi orang yang tidak mampu. Contohnya saja anak jalanan, jalankan untuk sekolah, untuk makan pun mereka harus berjuang keras untuk mendapatkannya. Walaupun mereka sudah masuk sekolah pun, masih banyak masalah yang menghadang mereka. Baik harga seragam yang mahal, harga buku yang mahal, dan iuran-iuran lainnya.


Atap sekolah yang sudah bolong-bolong
Belum lagi sekolah yang rusak sana-sini, bocor pada saat hujan dan menunggu hari untuk roboh. Salah satunya contohnya adalah sebuah Sekolahan yang merupakan Filial dari SDN 016 Sabintulung kecamatan Muara Kaman.Kecil, terlihat Lusuh, temboknya yang seadanya bahkan ada atapnya yang berlubang. Sangat tidak layak untuk dijadikan sebagai tempat menuntut ilmu, bahkan lebih mirip dengan KANDANG SAPI. Miris memang, bayangkan saja bagaimana kalau hari sedang hujan, mereka tidak akan bisa melanjutkan kegiatan belajar mereka karena keadaan yang bocor. Ataupun kalau hari sedang panas terik, mereka tidak akan bisa belajar dengan baik karena kepanasan. Kalau seperti ini, mau jadi apa generasi penerus kita besok????

Sebenarnya pemerintah tidak tinggal diam melihat hal ini. Berbagai program dan dana pun coba digulirkan. Pada tahun 2011 ini saja, APBN negara yang dialokasikan untuk pendidikan sebesar 279 Triliun. Namun, tanpa pengawasan, banyak program malah jadi lahan KKN baru bagi pelaksananya.

Oleh karena itu, mari kita semua memperbaiki diri. Mengingat pendidikan merupakan pondasi penting untuk generasi penerus kita, maka kita harus meningkatkan mutu pendidikan di negara kita. Apabila ada suatu praktek kecurangan, hendaknya kita bisa melaporkan pada pihak yang berwenang. Dan pemerintah juga harus menindak secara tegas penyelewengan yang ada.

Jika aku menjadi .."Presiden"

Mungkin seperti mimpi yang sangat susah untuk diraih, bermimpi menjadi presiden. Namanya juga bermimipi, setidaknya harus setinggi-tingginya. Mubazir kalau hanya bermimpi jadi Pak RT atau Pak RW. nanggung bgt! Tapi, apalah yang tidak bisa terjadi di dunia ini. 
 
Jadi, jika saya menjadi presiden, saya akan menegakkan lagi tombak keadilan yang sudah miring beberapa derajat di negeri ini. Keadilan harus sesuai bunyi pancasila sila ke 5 “ keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia”.

Jika saya menjadi presiden, saya akan membuat sekolah-sekolah SD-SMA menjadi gratis bagi warga yang tidak mampu. Agar semua orang di Indonesia bisa mengenyam rasanya pendidikan sehingga tidak dibodohi terus oleh wakil rakyatnya dan negara asing.

Jika saya menjadi presiden, saya akan memberikan fasilitas seluas-luasnya bagi para insinyur ataupun para pakar-pakar lainnya untuk bisa mengembangkan ilmunya seluas-luasnya, sehingga mereka bisa lebih memajukan Indonesia. seperti lebih memberdayaakan sumber daya kita.

Jika saya menjadi presiden, saya akan menghapus aturan pajak untuk orang miskin. Kasihan sekali orang miskin di negeri kita ini, sudah miskin ditarik untuk bayar pajak lagi, pajaknya pun terkadang masih saja dimakan oleh tikus-tikus parlemen. Ngenes.

Jika saya menjadi presiden, saya akan membentuk badan seperti FBI untuk mencari koruptor-koruptor di indonesia ini. Jadi dimanapun koruptor berada, aku akan menemukanmu!(hehe)

Jika saya menjadi presiden, saya akan membangun daerah-dareah yang tertinggal, sehingga warganya bisa mencari pekerjaannya di kampung mereka sendiri. Tidak seperti sekarang, pembangunan hanya terjadi di kota-kota besar. Akhirnya semua berbondong-bondong ke kota mencari pekerjaan, padahal di kota sudah sangat sulit untuk mencari pekerjaan, akhirnya mereka terlantar dan nasibnya tidak jelas.

Menjadi presiden mungkin terlihat sangat menyenangkan dan mengasyikan. Duduk diatas mobil yang empuk, kemana-mana dikawal, dimanapun kita berada diperlakukan istimewa dan lain sebagainya. Tapi sebenarnya hal itu tidak selalu seenak yang kita lihat. Seorang presiden  mempunyai tanggung jawab yang sangat besar. Apapun yang dilakukannya pun yang sebenarnya baik bisa dianggap sebagai sesuatu yang buruk, jadi banyak yang menyukai, tapi banyak juga musuhnya. Jadi pesan saya, hargai dan hormatilah presiden kita, karena menjadi seorang presiden tidak semudah yang kita bayangkan.

Dan akhirnya, menjadi presiden hanyalah mimpi belaka dan tidak bisa diwujudkan, akan tetapi mimpi saya untuk indonesia menjadi negara yang lebih baik harus tetap kita wujudkan walaupun bukan saya presidennya.(hehe)